Ini Hukuman untuk Peretas Foto Bugil Jennifer Lawrence

Akhir 2014 lalu, beredar foto-foto bugil beberapa tokoh hollywood kawakan. Dua di antaranya adalah Jennifer Lawrence dan Rihanna. Setelah dua tahun, akhirnya sang pelaku yang bernama Ryan Collins mengaku bersalah pada Mei 2016 lalu.

Berbulan-bulan menjalani proses peradilan, Collins akhirnya divonis penjara 18 bulan, sebagaimana dilaporkan Cnet dan dihimpun KompasTekno, Minggu (30/10/2016).

Collins adalah pria 36 tahun asal Lancester, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia sempat menjadi pegawai Google dan Apple dalam kurun waktu 2012 hingga 2014.

Terdakwa itu secara ilegal masuk ke wilayah privat para selebritas yang jumlahnya lebih kurang 50 orang. Ia meretas akun iCloud para selebritas yang menyimpan file dan informasi bersifat pribadi, termasuk foto bugil.

Foto-foto bugil para tokoh publik terkenal itu kemudian tersebar lewat sejumlah forum online semacam Reddit dan 4chan. Tak menunggu lama hingga foto-foto itu beredar di seluruh jejaring maya.

Baca: Jangan Cari 10 Nama Artis Ini di Internet

Namun, pengadilan AS tak bisa membuktikan bahwa Collins juga yang menyebar foto-foto itu. Pengadilan cuma bisa mengonfirmasi bahwa Collins adalah pencuri foto-foto dewasa tersebut.

Diketahui, pada Mei lalu, pengakuan bersalah Collins diumbar Departemen Kehakiman Amerika Serikat. Menurut jaksa penuntut, Collins menggunakan trik mengelabui target dengan mengirim sebuah e-mail yang didesain khusus agar seakan-akan tampak berasal dari Apple atau Google. Trik ini kerap disebut dengan istilah phising.

E-mail itu berisi permintaan mengisi username dan password. Dengan begitu, target -atau korban- diharap mau membalas dan memberikan informasi yang diminta.

Sekali saja target merespons, Collins sudah bisa mengakses semua informasi personal sang target. Selain itu, Collins juga menggunakan sebuah program di komputer untuk mengunduh semua konten dari akun iCloud korbannya.

Survei Buktikan Insiden Galaxy Note 7 Untungkan Apple

Apple adalah salah satu pihak yang kecipratan rezeki dari penyetopan produksi dan penjualan Samsung Galaxy Note 7. Hipotesis itu setidaknya telah dibuktikan hasil survei IDC.

Survei tersebut sejatinya tak hendak mengukur dampak insiden Galaxy Note 7. Ada tiga narasumber yang menjadi fokus survei, yakni pengguna Samsung, pengguna Samsung di masa lalu, dan pengguna smartphone yang tak pernah menggunakan produk Samsung.

Nah, dari situ kebetulan didapati 24 narasumber yang sempat menggunakan Galaxy Note 7. Sebanyak 50 persen dari jumlah itu mengatakan bakal memilih lini iPhone untuk ponsel selanjutnya, sebagaimana dilaporkan 9to5mac dan dihimpun KompasTekno, Minggu (30/10/2016).

Sementara itu 17 persen mengatakan masih akan setia pada Samsung dan bakal membeli seri lainnya. Sisanya masih bimbang antara beralih ke iPhone, merek lain, atau akan tetap setia dengan Samsung.

Pada laporan kuartal IV Apple, pabrikan Cupertino itu memang menyebut jumlah pengguna Android yang beralih ke iPhone meningkat signifikan. Bahkan, mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah. Informasi selengkapnya bisa didapat di tautan ini.

Meski demikian, penjualan iPhone secara keseluruhan menurun. Apple cuma menjual 45,5 juta unit iPhone sepanjang paruh keempat 2016. Di periode yang sama tahun lalu, vendor itu menjual hingga 48 juta unit iPhone.

Sebelumnya, analis KGI memprediksi Apple bakal mendapat keuntungan besar atas gagal produksinya Galaxy Note 7. Lembaga tersebut meramalkan sekitar 5 hingga 7 juta pengguna ponsel Samsung bakal beralih ke iPhone.

Hal itu mulai dibuktikan survei IDC, meski belum bisa menggeneralisasi kondisi aktual di lapangan. Hingga kini belum ada survei yang spesifik mengukur soal perilaku konsumen Samsung pasca insiden Galaxy Note 7.

Diketahui, Samsung menyetop produksi dan penjualan Galaxy Note 7 secara global. Hal ini dikarenakan ponsel itu memiliki masalah pada baterainya yang menyebabkan cepat panas hingga berisiko meledak.

Dikritik, MacBook Pro Baru Tetap Laku Keras?

Saat memperkenalkan MacBook Pro teranyar pada 27 Oktober lalu, Apple mengatakan beberapa varian bakal tersedia dalam dua hingga tiga minggu mendatang atau sekitar pertengahan November 2016.

Lebih tepatnya, varian entry-level 13 inci tanpa integrasi Touch Bar sudah mulai dikapalkan sehari setelah peluncuran. Sementara itu, varian 13 inci dan 15 inci yang dilengkapi Touch Bar dan Touch ID harus menunggu lebih lama.

Baca: Berapa Harga MacBook Pro Generasi Terbaru?

Pengguna bisa terlebih dahulu memesan MacBook Pro yang diincar melalui mekanisme pre-order. Namun, agaknya belakangan ada sedikit masalah teknis dari pengapalan yang dijanjikan Apple.

Dalam waktu sehari pasca mengumbar janji dua hingga tiga minggu pengapalan, situs Apple kemudian mengubahnya menjadi tiga hingga empat minggu pengapalan.

Lantas, terakhir dipantau, situs Apple kembali menunda pengapalan menjadi empat hingga lima minggu, sebagaimana dilaporkan Ubergizmo dan dihimpun KompasTekno, Senin (31/10/2016). Anda bisa mengeceknya sendiri di tautan ini.

Hal ini dapat bermakna dua hal. Apple bisa saja kehabisan stok pertama karena pemesan terlalu banyak. Kemungkinan lainnya, Apple tak menyiapkan banyak stok sedari awal. Tak diungkap berapa jumlah stok pertama MacBook Pro dengan Touch Bar.

Banjir kritik

Belum ada pula komentar dari Apple soal ini. Yang jelas, di awal peluncurannya, MacBook Pro teranyar sejatinya sudah ramai dibanjiri kritik. Pasalnya, lini tersebut menggunakan spesifikasi GPU Radeon Pro 400 buatan AMD.

Apple merupakan vendor laptop pertama untuk mencoba GPU tersebut. Beberapa analis teknologi mengatakan grafis yang dihasilkan Radeon Pro 400 lebih buruk ketimbang grafis GTX 965m bikinan Nvidia yang disematkan pada beberapa laptop hibrida, termasuk Microsoft Surface Book.

Ditilik dari benchmark-nya, performa dari Radeon Pro 400 cuma bisa memutar video 4k, mengoperasikan Photoshop, serta bermain game pada resolusi maksimal 1080 piksel. Hal itu tak buruk, namun tak prima untuk ukuran perangkat MacBook Pro keluaran Apple.

Selain itu, Apple juga menghapus slot SD card. Hilangnya slot ini banyak dikritik karena masih dibutuhkan oleh para fotografer untuk transfer data.

Akankah Mi Note 2 dan Mi Mix Dijual di Indonesia?

Pekan lalu, 24 Oktober 2016, Xiaomi resmi memperkenalkan duet flagship teranyarnya yakni Mi Note 2 dan Mi Mix. Keduanya, dibekali spesifikasi premium dengan desain elegan layaknya ponsel berkelas.

Jurnalis internasional dari beberapa negara seperti Indonesia, India, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat, diundang untuk menyaksikan kelahiran Mi Note 2 dan Mi Mix yang digelar di Gymnasium Peking University, Beijing, China.

Sayangnya, duet tersebut cuma bisa dinikmati masyarakat China. Hal tersebut ditegaskan Vice President Xiaomi, Hugo Barra, dalam sesi wawancara bersama KompasTekno usai acara peluncuran.

“Mi Note 2 dan Mi Mix eksklusif dijual di China,” ujarnya.

Padahal, Mi Note 2 dibekali dukungan 4G LTE 6 tipe di 37 band. Artinya, hampir semua jaringan 4G yang berlaku di semua negara bisa berjalan pada Mi Note 2. Lantas buat apa kemampuan itu?

“Agar semua orang yang beli Mi Note 2 di China bisa menggunakan ponsel itu di mana saja ia berada,” begitu jawaban Barra.

Ia juga menjelaskan bahwa Mi Note 2 dan Mi Mix ingin diperkenalkan ke seluruh dunia sebagai produk portofolio terbaik Xiaomi selama lima tahun berdiri. Untuk itu Xiaomi turut mengundang jurnalis dari negara-negara lain.

Saat ditanya sekali lagi apakah ada kemungkinan untuk suatu saat membawa Mi Mix dan Mi Note 2 ke Indonesia atau pasar lainnya, Barra sekali lagi menegaskan “kami tak punya rencana ke sana. Mi Note 2 dan Mi Mix tak akan dibawa ke negara lain,” pungkasnya.

Barra tak menjelaskan secara detil alasan Mi Note 2 dan Mi Mix cuma bisa dinikmati pasar China. Yang jelas, Mi Note 2 merupakan penerus dari lini Mi Note generasi pertama yang meluncur pada 2015 lalu.

Mi Note 2 mengusung layar 5,7 inci, memiliki desain melengkung di dua sisi, menggunakan kamera 22,56 megapiksel di depan dan 8 megapiksel di belakang, serta berdapur pacu Snapdragon 821.

Varian yang tersedia terbagi berdasarkan kapasitas RAM dan memori. Pengguna bisa memilih antara RAM 4GB dengan memori 64GB atau RAM 6GB dengan memori 128GB.

Sementara itu, Mi Mix merupakan ponsel dengan bingkai tipis berukuran layar 6,4 inci. Soal spesifikasi, Mi Mix pun disematkan elemen-elemen premium, seperti prosesor Snapdragon 821, baterai 4.400 mAh, kamera 16 megapiksel (utama) dan selfie (5 megapiksel), audio HD, serta Quick Charge 3.0.

Adapun RAM dan memorinya dibagi menjadi dua varian, yakni RAM 4 GB dengan memori iternal 128 GB dan RAM 6 GB dengan memori internal 256 GB.

Menkominfo Apresiasi D’TIK Festival 2016

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara, membuka acara Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (D’TIK) Festival 2016 di Denpasar. D’TIK Festival merupakan acara yang memamerkan berbagai karya kreatif dalam Teknologi Informasi.

“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan wali kota Rai Mantra, serta seluruh masyarakat dalam penyelenggaraan Teknologi Informasi serta pelaksanaan D’TIK Festival,” kata Rudiantara, Denpasar, Bali, Jumat (28/10/2016).

Dalam pembukaan tersebut Menkominfo Rudiantara juga meresmikan salah satu inovasi Pemkot Denpasar yakni Keyboard Aksara Bali.

Rudiantara juga mendukung Pemkot Denpasar dan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan aplikasi-aplikasi yang relevan berskala ekonomi dan tidak ada di tempat lain yang khusus memiliki ciri khas Bali, sehingga dapat di ekspor ke daerah-daerah tujuan pariwisata di luar negeri.

Wali kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan festival-festival yang ada di Kota Denpasar dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan-perkembangan kreativitas masyarakat di Kota Denpasar termasuk membuka peluang usaha dengan melihat kesempatan ekonomi kreatif untuk mendukung pariwisata yang ada.

Seperti D’TIK Festival menjadi salah satu festival untuk dapat mengetahui perkembangan Teknologi Informasi di Kota Denpasar yang saat ini tentunya telah didukung dengan adanya sekolah-sekolah teknologi swasta maupun negeri dari SMK hingga Universitas.

“Teknologi Informasi telah berkembang di Bali khususnya di Kota Denpasar dengan mengangkat spirit dari kebudayaan Bali yang telah ada seperti salah satu karya komik Tantraz yang ada di Denpasar dengan pengemasan cerita Bali yang telah berkembang dan diminati warga Eropa,” ujar Rai Mantra.

Membuka Kemasan Xiaomi Mi Mix di Jakarta

Dalam acara peluncurannya di Beijing, China, minggu lalu, Xiaomi membuat kejutan dengan memperkenalkan smartphone baru bernama Mi Mix.

Produk ini merupakan phablet Android kelas atas dengan desain unik berupa layar selebar 6,4 inci yang tampak seolah memenuhi bagian muka ponsel hingga ke pinggir bingkai.

Mi Mix memiliki rasio layar berbanding bodi sebesar 91,3 persen. Dengan kata lain, layar IPS LCD (2.048 x 1.080 piksel) Mi Mix sangat mendominasi sisi depannya.

Rancangan tersebut membuat Mi Mix tampil menarik mata, mirip dengan ponsel Sharp Aquos yang dirilis beberapa tahun lalu. Ditambah lagi, Mi Mix menggunakan cangkang berbahan keramik serba mengilap.

Baca: Dikira Konsep, Xiaomi Mi Mix Dijual Rp 6 Juta

Untuk mewujudkan layar yang hampir tak berbatas di tiga sisi itu, Xiami memindahkan sensor jarak (proximity) berikut speaker telepon ke balik layar. Suara dihantarkan ke telinga pengguna melalui perantara keramik.

Komponen lain seperti kamera depan mesti dipindahkan ke bezel di bagian bawah layar, tepatnya di pojokan sebelah kanan.

Baca: Video: Menjajal Xiaomi Mi Mix di Jakarta

Mi Mix rencananya akan dipasarkan di China mulai tanggal 4 November mendatang dalam jumlah tebatas, hanya diproduksi 10.000 unit setap bulan.

KompasTekno membongkar kemasan Mi Mix untuk menemukan apa saja yang dipaketkan Xiaomi bersama ponsel berbanderol 3.499 Yuan atau sekitar Rp 6,8 juta ini. Ikuti penelusuranya dalam rangkaian foto di bawah.

Lewat Mi Mix, Xiaomi Berhasil Salip iPhone 8?

Kemunculan smartphone high-end Mi Mix dari Xiaomi pekan lalu menimbulkan kejutan sekaligus decak kagum. Bagaimana tidak, layar ponsel yang berukuran 6,4 inci tersebut memiliki bingkai (bezel) sangat tipis sehingga tampak seperti tak berbatas.

Desain Mi Mix begitu menarik mata sehingga situs Cult of Mac yang dikenal serba Apple memujinya sebagai “smartphone tercantik yang pernah dibuat”. Disebutkan pula bahwa Mi Mix boleh jadi memberikan gambaran mengenai perubahan desain yang akan diterapkan oleh Apple dalam iPhone 8 tahun depan.

“Fans iPhone telah lama mengeluhkan bahwa bingkai di sekitar layar ponsel mereka terlalu tebal, tapi Apple belum mampu mengurangi ukurannya. Bahkan, iPhone 7 Plus merupakan salah satu phablet dengan ukuran fisik terbesar yang ada sekarang,” tulis Cult of Mac sedikit mengkritik.

Mi Mix memiliki rasio perbandingan ukuran layar dengan bodi jauh lebih besar dari iPhone 7 Plus, yakni 91,3 persen berbanding 67,7 persen. Perbedaan ini membuat Xiaomi mampu menyematkan layar 6,4 inci dalam ukuran bodi yang nyaris hanya sebesar iPhone 7 Plus (layar 5,5 inci).

Senada dengan Cult of Mac, The Verge mengutarakan dugaan yang sama. Apalagi Apple sebelumnya memang dikabarkan menyimpan desain fisik baru untuk iPhone 8, sementara iPhone 7 dibiarkan mirip pendahulunya.

Dari segi fisik, hanya sedikit perubahan yang bisa dilakukan karena smartphone high-end masa kini sudah mengusung layar dan bahan bodi berkualitas tinggi seperti logam dan kaca.

“Yang bisa ditingkatkan dari desain iPhone yang ada selama ini adalah material dan bingkai layar,” kata The Verge, sambil menambahkan bahwa Apple mungkin akan turut memakai bahan keramik seperti pada arloji pintar Apple Watch seri terbaru.

Jika dugaan-dugaan di atas benar, maka Mi Mix bisa disebut telah berhasil “menyalip” iPhone 8 dalam hal penerapan desain smartphone masa depan.

Apa rahasia layar “edgeless” Mi Max? Xiaomi menerapkan beberapa inovasi untuk mewujudkan tampilan menarik ponsel ini, seperti memakai panel layar dengan sudut membulat, serta sensor jarak berbasis teknologi ultrasonik dan cantilever piezoelectric ceramic sebagai pengganti speaker earpiece dan proximity sensor konvensional.